rightcolbanner

Selasa, 22 November 2011

Usut Kasus Degeuwo, DAD Paniai Desak Bentuk TPF

papuanews realitas     21.27   No comments


JUBI---Membuktikan benar tidaknya kasus penembakan di Bayabiru, kawasan pendulangan emas ilegal Degeuwo, Kabupaten Paniai, Minggu (13/11) lalu, perlu segera dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Tim itu harus turun ke lapangan, mengecek langsung di lokasi kejadian, mengumpulkan sebanyak mungkin data-data faktual, kemudian mempublikasikan benar atau tidaknya dugaan penembakan terhadap warga sipil setempat itu.
Demikian dikemukakan Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR Gobai kepadatabloidjubi.com melalui telepon seluler, Senin (21/11) siang. "Kita tidak usah percaya omongan orang. Di lokasi kejadiannya saja tidak ada akses komunikasi. Jadi, kalau bisa harus bentuk TPF dan segera  turun ke Degeuwo. Saya kira dengan cara itu akan terkuak kronologis peristiwa yang sebenarnya," kata John.

Menurutnya, di dalam TPF terdapat orang Komnas HAM, DPRP, MRP, Polri, LSM dan gereja, yang akan mengungkap kasus penembakan di Degeuwo. "Informasinya masih simpangsiur. Begitupun pemberitaan media massa juga belum akurat. Itu membingungkan. Nah, untuk bisa diketahui secara pasti, saya kira perlu satu tim yang nantinya ke Degeuwo. Tim itu memastikan kebenaran kemudian mengklarifikasi kejadian sesungguhnya, termasuk berapa korban," tutur John.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPR Papua, Ruben Magai mengatakan, anggota dewan sudah siap ke Degeuwo untuk melihat dari dekat kejadian yang awalnya dikabarkan menewaskan delapan orang warga sipil itu. "Teman-teman dewan pasti turun ke Bayabiru," ujarnya kepada tabloidjubi.com di Jayapura baru-baru ini.

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Yakobus Dumupa, menyatakan, MRP juga nanti bentuk tim untuk ungkap kasus penembakan di Degeuwo. "Tim akan dibentuk jika pimpinan lembaga kepolisian tidak bertanggungjawab terhadap kejadian tersebut," katanya.

Peristiwa penembakan di Bayabiru mengundang sorotan dari berbagai pihak. Sorotan dan kecaman atas tindakan keji aparat keamanan itu lantaran pihak Polisi dan Brimob yang ditugaskan di Pos Bayabiru dinilai tidak menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Justru membela para pemilik perusahaan dan pengusaha yang sedang beroperasi di sepanjang Kali Degeuwo. (Jubi/Markus)

, , , , , ,

papuanews realitas


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 komentar :

Translate

Followers

NEWS